KONSEP AKHLAK TERPUJI MENURUT PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
Abstract
Kata karakter diringkas sebagai perilaku, tetapi perilaku itu perlu dilakukan berkali-kali tidak cukup hanya sekali untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya sesekali. Seseorang dapat disebutkan karakter tertentu ketika menampilkan dirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran pertimbangan pertama yang sering diulang, begitu berkesan sebagai keharusan untuk dilakukan. Jika tindakan itu dilakukan dengan sangat terpaksa bukanlah cerminan karakter. Secara historis, moralitas dapat memadukan perjalanan kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di dunia ini dan akhirat. Mempelajari akhlak dapat membuka mata hati seseorang untuk mengetahui yang baik dan yang buruk. Namun, kenyataan menunjukkan penurunan nilai-nilai moral yang baru-baru ini terjadi pada sebagian besar orang baik di kalangan remaja, orang dewasa dan bahkan orang tua termasuk di antara siswa apakah mereka tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk membahas konsep pendidikam yang lebih halus dan relevansinya dengan pendidikan di era globalisasi. Banyak orang mengabaikan moral pembinaan, sedangkan masalah moral tidak dapat diremehkan, karena karakter adalah kunci untuk mengubah kesejahteraan individu, sosial, atau kesejahteraan dan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis), yang awalnya digunakan dalam disiplin ilmu komunikasi dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian normatif, seperti pendapat seseorang atau sekelompok orang tentang hukum suatu kasus. Secara khusus penelitian ini berkaitan dengan gaya pembelajar dalam kehidupan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, pertama, Imam al-Ghazali menekankan pada teladan mengajar dan kognitifistik. Selain itu, ia juga memakai pendekatan behavioristik sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang dijalankan. Kedua, Imam al-Ghazali dalam konsep pendidikan moral, ia menguraikan behavioristik dengan pendekatan humanistik yang mengatakan bahwa pendidik harus memandang siswa sebagai manusia secara holistik dan mengahrgai mereka sebagai manusia. Ketiga, imam al-Ghazali Berpikir tentang konsep pendidikan moral tetap relevan sampai hari ini sebagaimana dibuktikan oleh banyak pendidik yang masih menggunakan konsepnya.
References
Al-Jumbulati, Ali. (2002). Perbandingan Pendidikan Islam. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Daradzat, Zakiyah. (2011). Ilmu Pendidikan Islam. PT BumiAksara, Cetakan Ke Sembilan, Jakarta.
______________. (1995). Pendidikan Islam dalam keluarga dan Sekolah. PT Remaja Rosdakarya, Jakarta.
Graha, Chairinniza. (2007). Keberhasilan Anak Tergantung Orangtua, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Khalida, Herlina Hasan. (2014). Membangun Pendidikan Islam di Rumah, KunciIman, CetakanKesatu, Jakarta.
Ihsan, Fuad, H. (2005), Dasar-Dasar Kependidikan, Rineka Cipta, Cet. Keempat, Jakarta.
Nizar, Samsu Ramayulis, (2011). Filsafat Pendidikan Islam (Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya) Kalam Mulia, Jakarta.
Nurhadi, Fachrul Zikri. (2012). Metologi Penelitian Kualitatif; Teori dan paradigma, CV Alfabeta, Cetakan pertama, Medan.
Rusn, Ibnu Abidin. (2009). Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan, Pustaka Pelajar, Cetakan Kedua, Yogyakarta.
Saebani, Beni Ahmad dan Akhdiyat Hendra. (2009). Ilmu Pendidikan Islam. CV Pustaka Setia, Bandung.
Sulaiman, Fathiyyah. (1986). Madzahib fi al-Tarbiyyah: Bahtsun fi al-Madzhab al-Tarbawi ‘inda al-Ghazali, Terj. Hery Noer Ali, Alam Pikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan dan Ilmu, Diponegoro, Bandung.
Ula, Shoimatul. (2013). Buku Pinter Teori Manajemen Pendidikan Efekteif. Berlian. Cetakan Pertama, Jigjakarta.
Ulwan, Abdullah Nasih, (2013), Tarbiyatul Aulad, Pendidikan Anak Dalam Islam, Khatulistiwa Press, Cetakan Pertama, Jakarta.



