RELEVANSI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DENGAN KONSEP SABAR MENURUT IMAM AL-GAZÂLÎ DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN

  • Indrawati Noor Kamila Darussalam Institute for Islamic Studies
  • Ujang Endang Darussalam Institute for Islamic Studies

Abstract

Kesabaran menuntut ketabahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berat, dan pahit, yang harus diterima dan dihadapi dengan penuh tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengertian sabar dalam perspektif Islam; 2) Untuk mengetahui konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin; 3) Untuk mengetahui relevansi konsep sabar menurut Imam Al-Gazali dengan  tujuan pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode content analysis (analisis isi), karena penelitian ini bersifat kualitatif. Setelah melakukan analisis data penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1) Dalam perspektif Islam sabar adalah salah satu akhlak mulia yang menghalangi munculnya tindakan yang tidak baik dan tidak memikat.; 2) Dalam perspektif  Imam Al-Ghazali bahwa sabar merupakan suatu konsep utama yang harus dilalui dan dijalani oleh setiap orang beriman. Manusia sebagai makhluk sempurna diberi sejumlah potensi yang harus dikembangkan, seiring itu juga manusia diberi nafsu. Nafsu yang tidak bisa di tiadakan namun harus di jinakan oleh manusia itu sendiri agar bisa dikendalikan. Untuk mengendalikan nafsu tersebut yaitu dengan cara sabar; 3) Konsep sabar dalam perspektif Imam al- Ghazali sangat erat sekali kaitannya dengan tujuan pendidikan Islam. Karena tujuan akhir pendidikan Islam adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Kata penyerahan ini dalam agama disebut tawakal yang dicerminkan dengan sikap sabar.

References

Arief, Armai. (2002). Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam. PT Ciputan Pers. Jakarta.
Daulay, Haidar Putra. (2006). Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Di Indonesia. PT Kencana, Cetakan kedua, Jakarta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixsed Methoods). Alfabeta, Cetakan ke 1, Bandung.
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali. (1994). Ihya Ulum ad-Din, CV Asy-Syifa, Jilid VII, Semarang.
Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) IAID. (2014). Panduan Penyusunan Skripsi di Lingkungan Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat.
Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Jauhari, Muhammad. (2006). Keistimewaan Akhlak Islami. PT.Pustaka Setia, Bandung.
Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, Dan Keserasian Al Qur‟an, Lentera Hati, Volume 8, Jakarta.
Tafsir, Ahmad. (2002). Metodologi Pengajaran Agama Islam. PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Tobroni. (2008). Pendidikan Islam. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.
Departemen Agama RI. (2010). Al- Qur’an dan Terjemahnya. PT. Mutiara Qalbu, Bandung
Nasikin, Muhammad (at all). (2011). Ayo Belajar Agama Islam. PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Multahim dkk. Pendidikan Agama Islam Penuntun Akhlak. PT Ghalia Indonesia Printing, Jakarta.
Al-Bakri, Ahmad Abdurraziq. (2014). Ringkasan Ihya’ ‘Ulumuddin. PT Sahara intisains, Bekasi.
Shihab, Quraish Shihab. (1994). Membumikan Al-Qur'an; Fungsi dan Peran Wahyu Dalam KehidupanMasyarakat. Bandung.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2000) Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. PT Rineka Cipta, Jakarta.
Anonimous. (2003). Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003. BP. Cipta Jaya, Jakarta.
Arifin. (2003). Ilmu Pendidikan Islam. PT Bumi Aksara, Jakarta
Solihin. (2003). Tokoh-Tokoh Sufi Lintas Zaman. CV Pustaka Setia, Bandung.
Ambara, Iqbal M. (2012). Tokoh-tokoh super Insfiratif Pewaris Nabi. PT Sabil, Yogyakarta.
Published
2018-05-15
How to Cite
KAMILA, Indrawati Noor; ENDANG, Ujang. RELEVANSI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DENGAN KONSEP SABAR MENURUT IMAM AL-GAZÂLÎ DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN. Tarbiyat al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, [S.l.], v. 1, n. 2, may 2018. ISSN 2549-4651. Available at: <http://riset-iaid.net/index.php/TA/article/view/105>. Date accessed: 09 dec. 2019.
Section
Articles