Perilaku Perundungan dan Korelasinya Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SDN 3 Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis
Abstract
Artikel ini membahas perilaku perundungan peserta didik dan implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan dengan tahapan reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Perilaku perundungan peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis, yakni, pertama, perundungan secara fisik terkait dengan suatu tindakan yang dilakukan pelaku terhadap korbannya dengan cara memukul, menendang dan mengintimidasi korban dengan ancaman. Kedua, perundungan secara non-fisik terbagi dalam dua bentuk yaitu verbal dan non-verbal. Implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis, berimplikasi pada; (a) kondisi psikologis korban perundungan, (b) kondisi sosial korban perundungan, kedua hal tersebut berimplikasi ada motivasi belajar peserta didik (3) Solusi implikasi perilaku perundungan terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN 3 Nasol, Cikoneng, Ciamis yakni; (1) Mengetahui akar permasalahan terjadinya perundungan. (2) Memberikan hukuman (punishment), (3) Membuat kelompok belajar, (4) Memberikan himbauan kepada peserta didik yang melakukan perundungan dan peserta didik lainnya yang berpotensi menjadi pelaku perundungan, (5) Memberikan beberapa layanan dari BK kepada peserta didik korban perundungan dan pelaku perundungan, (6) Memberikan pengahrgaan (reward), 7) Membuat program “stop perundunganâ€, (8) Melakukan pengawasan (Monitoring)










