Pengarusutamaan Moderasi Islam melalui Pelibatan Pesantren dalam Medan Kebudayaan Digital
Abstract
Penelitian ini berusaha menganalisis realitas pesantren—dengan segala modal kultural, sosial, hingga intelektual, dalam konteks lanskap kebudayaan digital. Dilandaskan pada analisis konten secara deskriptif dan kritis berbasis penelitian interpretif-kualitatif, penelitian ini terlebih dahulu memaknai moderatisme dalam konstruksi etis, bukan ideologis, kemudian melakukan pemetaan pesantren dalam lanskap kebudayaan kontemporer, serta secara kritis mengelaborasi konsekuensi-konsekuensi logis dari perkembangan kultur digital, baik peluang maupun tantangannya, juga dampak praksis upaya pelibatan pesantren dalam medan-medan kontestasi digital. Dengan menyelidiki bagaimana realitas teknologis memengaruhi pola pikir dan kebudayaan masyarakat, penelitian berusaha memberikan landasan strategis bagi upaya-upaya pengarusutamaan Islam ramah melalui pelibatan pesantren dalam medan kebudayaan digital, kemudian menegasikan wajah Islam marah yang selama ini cukup marak berkontestasi di media sosial.
References
Auda, Jasser. Maqāṣid asy-Syarī’ah: Dalīl lī al-Mubtadi. Beirut: Maktabah At-Tauzi’ fi Al-’Alam Al-’Arabi, 2011.
Baudrillard, Jean. “Simulacra and Simulacrum.” In Selected Writings, diedit oleh Mark Poster. Stanford: Stanford University Press, 2002.
Berg, C.C. “Indonesia.” In Wither Islam? A survey of Modern Movement in The Moeslem World, diedit oleh H.A.R Gibb. London: Routledge, 1932.
Hitachi-UTokyo Laboratory. Society 5.0. Tokyo: Springer, 2018.
Muslim, Abu Al-Husain. Ṣaḥīh Muslim. Riyadh: Dar Thayyibah, 2006.
Neil Postman. Technopoly: The Surrender of Culture to Technology. New York: Vantage Books, 1993.
Purnama, Fahmy Farid. “Alam Pikir Populis Islam dan Merebaknya Histeria Massa: Potret Pergeseran Nilai Kebenaran dan Memudarnya Ideologi.” Tajdid 28, no. 1 (2021).
Wahid, Abdurrahman. Pondok Pesantren Masa Depan. Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.
Yasraf Amir Piliang. “Kreativitas Teknologi.” In Medan Kreativitas: Memahami Dunia Gagasan. Yogyakarta: Aurora, 2019.
———. “Milenium Ketiga dan Realitas Baru Kebudayaan.” In Sebuah Dunia yang Dilipat. Bandung: Mizan, 1998.
———. “Post-Teori dan Post-Realitas.” In Post-Realitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Post-Metafisika. Yogyakarta: Jalasutra, 2015.
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/10/01/persebaran-pondok-pesantren-di-34-provinsi



