Pendapat Imam Syafi’i tentang Hak Ijbar Wali: Suatu Kajian Berperspektif Gender

  • Ayi Ishak Sholih Muchtar Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat
  • Rd. Zihad Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
  • Ita Puspitasari Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Abstract

One result of the still limited understanding of the community in understanding the rights of ijbar wali is that the culture of forced marriage is still rooted. Ijbar rights should be interpreted as a form of protection or responsibility of a father towards his child. Because the condition of the child who is considered not yet or does not have the ability to act alone in marriage, it is even understood as a tool to legitimize the actions of parents to force their children to marry or marry their children with their choice, not their children's choice. This is because there are differences in Ulama and Ijbar rights which are also debated especially when faced with contemporary issues such as gender.

References

Abbas, Sirajuddin. (2004). Sejarah dan Keagungan Madzhab Syafi’i. Jakarta : Pustaka Tarbiyah.
Al-‘Aqil, Muhammad bin A.W. (2008). Manhaj Aqidah Imam Syafi’i. Jakarta : Pustaka Imam as-Syafi’i
Al-‘Aqil, Muhammad bin A.W. (2015). Biografi Imam Asy-Syafi’i. Jakarta : Pustaka Imam as-Syafi’i hal 15-51.
Al-Anshori, Abu Vida’. (2006). Mukhtashar Kitab al-Umm. Kudus : Pustaka Setia.
Al-Bukhori, Al-Ja’fy Muhammad bin Ismail Abu Abdillah, Shohih Bukhori, Juz VI, Beirut: Dar Ibnu Katsir, tt.
Al-Daruquthny, Sunan Daruquthniy, No 11, juz III. (CD Maktabah Syamelah : http//:www.shamela.ws).
Al-Hayali, Kamil. (2005). Solusi Islam dalam Konflik rumah tangga, diterjemahkan oleh Noor Hasanuddin, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Ali, et.al. (2014).Ar-Rahman The Inspire Al-qur’anul Karim. Cet-1. Jakarta : CV. Al-eQolam Publishing
Al-Jamal, M. Hasan. (2005). Biografi 10 Imam Besar. Diterjemahkan oleh M.Khaled Muslih dan M. Imam Awaluddin. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
Al-Nasa’i, (tt), Sunan Nasa’i, Juz VI, Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Syafi’i, Abi Abdillah Muhammad bin Idris. (1983). Al-Umm. Beirut : Dar al-Fiqr
Arikunto, Suharsimi. (1987). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya
Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. (1999). Kemudahan dari Allah : Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Diterjemahkan oleh Syihabuddin, cet. 1. Jakarta: Gema Insani.
Aziz, Abdul., et.al. (2015). Buku Saku : Gender, Islam dan Budaya. Surabaya: Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sunan Ampel Surabaya.
Daly,Peunoh. (1998). Hukum Perkawinan Islam, Studi Perbandingan dalam Kalangan Ahlus Sunnah dan Negara-negara Islam, Jakarta :Bulan Bintang,.
Dawud, Sulaiman Abu. (tt), Sunan Abu Dawud, juz I Beirut : Dar al-Fikr.
Dewi, Ririn Rindiana. (2017). Persetujuan Mempelai Perempuan dalam Pernikahan Perspektif Hadis (Kajian Mukhtalif al-Hadits). Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Effendi, Djohan. (1991). Ensiklopedia Nasional Indonesia, XVIII. Jakarta : PT.Cipta Adi Pustaka.
Engineer, Asghar Ali. (1994). Hak-hak Perempuan dalam Islam, diterjemahkan oleh Farid Wajidi dan Cici Farkha Assegaf. Yogyakarta: Bentang.
Engineer, Asghar Ali. (2003).Pembebasan Perempuan, diterjemahkan oleh Agus Nuryanto, Yogyakarta: LkiS.
Hasanah, Uswatun. (2005), “Hak Kewalian Seorang Janda atas Dirinya (Studi Fenomenologi Pembatalan Perkawinan Oleh Pengadilan Agama Mojokerto Atas Seorang Janda yang Berumah Tangga Lebih Dari Satu Tahun)”, Skripsi, Malang: UIN Malang.
Hermanto, Agus. (2017). Teori Gender Dalam Mewujudkan Kesetaraan: Menggagas Fikih Baru. AHKAM, 5(2), 209-230
Hernawati & Mukhlisin. (2008). Menuju Pernikahan Islami. Karanganyar : Genius Komputer.
Hernawati, Tanti. (2007). Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. Jurnal Komunikasi Massa. 01 (01), 18-24
Hidayat, Taufiq. (2009), Rekonstruksi Hak Ijbar, De Jure I. Malang : P3M Fak. Syariah UIN Malang.
Ilyas, Yunahar. (2006), Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an : Studi Pemikiran Para Mufassir. Yogyakarta : LABDA Press.
Irham dan Asmu’i Taman, Masturi. (2005). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka al-Kautsar.
Ismail, Nurjannah. (2003). Perempuan dalam Pasungan : Bias Laki-Laki dalam Penafsiran, Yogyakarta : LkiS.
Kamal, Mustofa. (2003), “Ijbar dan Kebebasan Wanita dalam Menentukan Pasangan Perspektif Mahmud Syaltut”, Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Khusna, Khotimatul. (2003), “Relevansi Hak Ijbar Wali Menurut Imam Syafi’i Dengan Hak Perempuan dalam Memilih Pasangan, Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Krippendorff, Klaus. (2004), Content Analysis: An Introduction to its Methodology (Second Edition), California: Sage Publication.
Mernisi dan Riffat Hasan, Fatimah. (1995), Setara di hadapan Allah: Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Tradisi Islam Pasca Patriarkhi, diterjemahkan LSPPA. Yogyakarta : Media Gama Offset.
Millet, Kate. (2009). Sexsual Politik, dalam Zaenal Mahmudi, Sosiologi Fiqh Perempuan. Malang : UIN Malang Press.
Moleong, Lexy J. (2012).Metodologi Penelitian Kualitatif edisi Revisi, Bandung: Rosda.
Mubarok, Jaih. (2002). Modifikasi Hukum Islam Studi Tentang Qaul Qadim dan Qaul Jadid. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Muchtar, Kamal. (1993). Asas-Asas Hukum Islam tentang Perkawinan. Cet ke-3. Jakarta : Bulan Bintang.
Muhammad, Husein. (2002). Fiqh Perempuan: refleksi kiyai atas wacana agama dan gender. Yogyakarta: LKIS.
Muhsin, Amina Wadud. (1994). Wanita di dalam al-Qur’an, terjemahan Yaziar Radianti. Bandung: Pustaka.
Mukti, MH. (2004). Asy-Syafi’i sebagai Bapak Ushul Fiqh, Ibda 1. Purwokerto : P3M STAIN Purwokerto
Munawir, Ahmad Warson. (1997). Kamus al-Munawir. Surabaya: Pustaka Progresif.
Nail, Husain Abdul Hamid. (tt). Imam Syafi’i: Ringkasan Kitab al-Umm Jilid 2.
Nugroho, Riant. (2008). Gender dan Strategi Pengarus-Utamaannya di Indonesia. Cet. I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rasyid, Sulaiman. (2002). Fiqh Islam, Cet. Ke 34, Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sabiq, Sayid. (2007) Fiqhu al-Sunnah, Fiqih Sunnah, Terj. Nor Hasanuddin, dkk., Jakarta Pusat: Pena Pundi Aksara, Cetakan ke-II,
Saebani, Beni Ahmad. (2008). Metodologi Penelitian. Bandung: Pustaka Setia
Sahrani, Sohari. (2009). Fikih Munakahat. Jakarta: Rajawali Pers.
Salam, Nor. (2010). Studi atas Hadits La Nikaha Illa Bi Waliyyin : Analisis Ilmu Hadits,” Skripsi. Malang: UIN Maliki Malang
Sumadi (2017) “The Development Of Feminis Epistemologi In Islamic Studies In Indonesian University, A Case Study Of Akhwal Syaikhsiyah Study Program Of Darussalam Islamic Institute, Ciamis West Java” Jurnal Epistemé, Vol. 12, No. 1, Juni 2017, hal 232-259
Sopariyanti, Pera. (2008). Kawin Paksa Perspektif Fiqh dan Perlindungan Anak. Jakarta: RAHIMA.
Summa, Muhammad Amin. (2004). Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, Jakarta, Rajawali Pers
Syarifuddin, Amir. (2006) Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta : Kencana
Tim Penyusun Kamus Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahasa. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Weber, Robert Philiph. (1990), Basic Content Analysis, California: Sage Publication.
Yatim, Badri. (1994). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Zahrah, M. Abu. (2007). Imam Syafi’i : Biografi dan Pemikiran dalam Masalah Akidah, Politik dan Fikih. Jakarta : Lentera.
Zaprulkhan. (2015). Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Kritis Pemikiran Nasaruddin Umar). EDUGAMA, 01 (01), 108-135
Zayd, Nasr Hamid Abu. (2003). Dekontruksi Gender : Kritik Wacana Perempuan dalam Islam. Diterjemahkan oleh M. Nur Ichwan dan M. Syamsul Hadi. Jakarta : SAHMA.
Published
2019-02-27
How to Cite
MUCHTAR, Ayi Ishak Sholih; ZIHAD, Rd.; PUSPITASARI, Ita. Pendapat Imam Syafi’i tentang Hak Ijbar Wali: Suatu Kajian Berperspektif Gender. Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam, [S.l.], v. 16, n. 1, p. 59-86, feb. 2019. ISSN 1907-8064. Available at: <https://riset-iaid.net/index.php/istinbath/article/view/280>. Date accessed: 09 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.36667/istinbath.v16i1.280.